Emergency Response and Recovery Programme-Earthquake in West Sulawesi

Bencana Gempa bumi magnitudo (M) 6,2 di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), telah merenggut puluhan nyawa yang terjadi pada 15 Januari 2021. Bencana ini menyisakan duka dan trauma mendalam. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 18 Januari 2021. Sebanyak 19.435 orang mengungsi (sebanyak 15.014 orang di Kabupaten Mamuju dan 4.421 orang di Kabupaten Majane). Dengan  korban meninggal akibat gempa sebanyak 81 orang (11 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 70 orang di Kabupaten Mamuju). Berdasarkan laporan dari Relawan YASMIB Sulawesi di Kabupaten Mamuju, beberapa daerah membuhtuhkan bahan-bahan pokok karena stok kesediaan pengunsi di beberapa titik sudah sangat terbatas salah satunya air bersih dan sembako.

Berdasarkan data diatas, YASMIB Sulawesi melakukan respon bencana kemanusian untuk mengurangi beban korban bencana dengan membuka “POSKO PEDULI YASMIB SULAWESI UNTUK SULAWESI BARAT” hal pertama dilakukan yakni dengan “open donasi kemanusian”. Posko berpusat di Kota Makassar tepatnya di Jalan Tamalate V No. 48 Kantor YASMIB Sulawesi dan Kabupaten Mamuju di Jalan Soekarno Hatta Kompl. Bukit Wisata Karema No. 13 A Sekretariat YASMIB Sulawesi.

Setelah bantuan dikumpulkan dan kemas dengan baik, Tim YASMIB Sulawesi mengirim bantuan tersebut ke Kabupaten Mamuju dan di bagikan dalam beberapa tahap ke titik-titik yang menjadi lokasi sasaran bantuan khususnya titik-titik yang sudah di data seperti Desa Pammulukang, BTN Salupangi (Samping PDAM), Badang Baka, Desa Taan, Desa Belang Belang, Desa Bala-Balakang Timur, Desa Ahu, Desa Botteng Induk, Botteng Utara, Desa Saletto, Desa Pattidi, Desa beru-beru, Tapandulu, Sumare, Desa Karampuang, Padang Baka, Kelurahan Sinyonyoi, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kelurahan Kalukku, Kelurahan Bebanga, Kelurahan Kalukku Selatan, dan Beberapa titik di Kota Mamuju.

Sebelumnya, relawan YASMIB Sulawesi di Kabupaten Mamuju melakukan pendataan di beberapa titik pengunsi untuk mengetahui jumlah orang yang mengunsi serta mengindentifikasi kebutuhan mendasak yang diperlukan. Dengan data tersebut bantuan yang akan diberikan bisa lebih efektif dan efesien sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan korban bencana.

Selama kurang lebih 2 bulan melakukan respon bencana Sulawesi Barat, bulan Januari – Februari 2021. YASMIB Sulawesi bekerjasama dengan beberapa lembaga untuk memudahkan dalam melakukan kerja-kerja kemanusian, antara lain: Koalisi Stop Pernikahan Anak dan SATUNAMA, serta beberapa lembaga/nama.