Kegiatan ini dilaksanakan secara online via zoom pada Kamis, 23 Juni 2022. Dihadiri oleh YASMIB Sulawesi sebagai District Support Program (DSP) dan LEKRAC sebagai Lead Partner (LP) yang berjumlah 9 orang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 3 perempuan. Tujuan pelaksanaan pengukuran IKO (Indeks Kinerja Organisasi) untuk mengidentifikasi kinerja organisasi sekaligus mengeksplorasi kapasitas organisasi.
Indeks Kinerja Organisasi (IKO) merupakan tools untuk mengukur dan menilai kinerja organisasi, sehingga dapat diketahui posisi organisasi atau tergambar kinerja organisasi. IKO sendiri memilik indikator 5 domain dan 16 sub-domain. Tahun 2021 yang lalu, telah dilaksanakan pengukuran IKO I (Pertama) dengan posisi kinerja organisasi Tumbuh (Nascent) menuju Berkembang (Emergen) (level 1 menuju 2).
Harapannya pada tahap II ini, ada peningkatan level atau posisi kinerja yang telah dilakukan sesuai dengan perencanaan organisasi untuk memenuhi indikator. Sehingga proses ini akan membawa performa organisasi akan lebih baik lagi.
Kegiatan dibuka Andi Muh. Hidayat selaku District Support Program (DSP) Pangkep, kegiatan ini untuk merupakan Pra Pengukuran IKO II yang akan kita laksanakan pada bulan Juli 2022.
“Cermati baik-baik setiap indikator dan levelnya LEKRAC sudah dimana, kita berharap ada peningkatan pada domain dan atau sub domain,” ucapnya.
Setelah pembukaan dilanjutkan presentase indikator domain dan sub domain oleh LEKRAC melalui Program Manager Firdaus.
“Ada beberapa peningkatan level yang terjadi di sub domain salah satunya yakni 3.3 terkait Penyampaian Pesan Kunci dengan pencapaian level 4 pada tahap kedua ini,” tambahnya.
Setelah melakukan diskusi yang cukup panjang maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa peningkatan dan untuk memperkuat peningkatan setiap domain atau sub domain maka perlu mengumpulkan bukti (evidence).

Rosniaty Azis, selaku fasilitator menyampaikan, pasca bencana gempa Mamuju tahun 2021. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah persoalan ekonomi keluarga, terutama perempuan. YASMIB Sulawesi bersama YAPPIKA-ActionAid melakukan upaya penguatan ekonomi perempuan berbasis desa.
Kesbangpol kabupaten Pangkep Amril menyampaikan, ormas cenderung mengakses Swakelola Tipe IV sedangkan OMS diarahkan mengakses Swakelola Tipe III.
YASMIB Sulawesi berperan sebagai fasilitator membantu LEKRAC dalam kegiatan dan turut hadir Simpul Belajar MABACA sebagai Co-Fasilitator untuk mendukung kegiatan yang dilaksanakan.
Keterbukaan informasi publik juga merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya serta segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik.
Dalam kegiatan yang di ikuti oleh puluhan remaja perempuan dari desa taan dan ahu sebagai salah satu lokus kegiatan Yasmib, serta dari forum anak, Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M. Si, mengaku sangat respect terhadap kegiatan dalam upaya pengembangan SDM perempuan yang digelar Yasmib, terlebih dalam kegiatan tersebut akan menjadi forum diskusi untuk melahirkan rekomendasi dalam upaya mencari kiat-kiat terbaik dalam mengatasi kompleksitas persoalan perempuan dan remaja, seperti persoalan kekerasan maupun pelecehan seksual yang angkanya masih terbilang tinggi di kabupaten mamuju.
Sebelum itu, Direktur eksekutif Yasmib Sulawesi, Rosniati Azis, menerangkan, gelaran temu kader remaja perempuan yang dilaksanakan tersebut, berangkat dari rasa tanggung jawab terhadap berbagai issu dan persoalan yang masih dihadapi oleh kaum perempuan dan anak, ia menilai hal itu tentu tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah melainkan perlu keterlibatan semua stakeholders terutama dari kalangan remaja dan perempuan sendiri yang akan memikirkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan yang dihadapi dewasa ini, karenanya melalui forum diskusi temu kader remaja perempuan dipastikan akan merumuskan rekomendasi yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan rumusan kebijakan daerah yang diharap lebih akomodatif terhadap persoalan anak dan perempuan.